Tuesday, May 12, 2009

Ekonomi kapital dan daging ayam

Adakah hubungan antara ekonomi kapital dan daging ayam yang biasa kita makan sehari-hari? Pertanyaan serius nih? Ada enggak hubungan antara daging ayam pedaging yang biasa kita makan di warung-warung makan dengan ekonomi kapital?

Mari kita mencoba untuk menjawabnya dengan sederhana. Kita mulai dari prinsip ekonomi kapital. Ekonomi kapital yang disimbahi oleh simbah Adam Smith apa ya? berprinsip untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari modal yang sekecil-kecilnya. Gaya berpikir seperti ini konon membuat orang cepat kaya. Mengeluarkan keringan sesedikit mungkin, tapi menghasilkan sesuatu yang sebesar mungkin.

Ternyata betul! Kalau sampeyan semua memperhatikan rantai produksi ayam pedaging yang biasa kita makan sehari-hari, ternyata prinsip itu diterapkan dengan cermat dari sejak induk ayam mengeluarkan telur ayam, sampai telur ayam disuruh menetas, sampai anak ayam dipelihara sampai besar, sampai ayam besar siap dipotong.

Kita tidak akan berdebat dulu mana ayam dengan telur ayam. Kita asumsikan sudah ada ayam-ayam dewasa yang dulunya cara pendewasaannya juga menggunakan metoda kapital. Dalam paham kapital, setiap ayam dewasa wajib bertelur minimal sehari sekian kali. Dalam sekian meter persegi harus dihuni sebanyak mungkin ayam dewasa. Makanan harus dibuat sedemikian hingga bisa mendorong ayam dewasa suka bertelur.

Saya berharap ayam-ayam tersebut tidak setres karena diperlakukan secara kapitalistik yang sangat menyimpang dari kodrat keayamannya ketika mereka hidup di alam bebas.

Telur terkumpul siap ditetaskan. Aliran kapitalis tidak suka menetaskan telur lewat bantuan ayam dewasa. Mereka mengumpulkan telur lalu dibuatlah metode penetasan buatan. Kenapa? Ya, biar untung dengan keuntungan yang sebesar-besarnya. Kalau perlu, telur itu disuntik dengan ramuan tertentu biar menentasnya bisa prematur!

Setelah menetas, anak ayam yang kecil-kecil itu sudah kehilangan kehangatan induknya. Pernahkah Anda melihat anak-anak ayam yang masih natural yang dirawat dan diasuh oleh induknya? Mungkin hanya orang desa atau orang gunung yang pernah menyaksikan hal ini. Orang kapitalis tidak peduli. Bodoh amat sama ayam yang yatim piatu tanpa asuhan induk ayam. Gue cuma perlu mereka cepat dewasa dan cepat berdaging banyak.

Ya sudah. Ditempuh segala cara: pakai suntikan enzim ini, pakai antibiotika itu, dsb. Pakai hi tech bioteknologi, dsb. dsb. Segala cara ditempuh sedemikian hingga anak ayam yatim piatu yang keluar dari telur secara buatan tadi ditaruh di ruangan sempit dan diberi makan dan ramuan sedemikian hingga mereka makan terus dan cepat gemuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Jadilah sekarang ayam-ayam itu cepat dewasa dan gemuk-gemuk. Sekarang kita tinggal memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa segera dijadikan daging yang siap dijual di super-super market.

Dibangunlah pabrik potong ayam yang sangat efisien. Cara desa yang super kuno seperti memotong setiap ayam dengan menyebut nama Tuhan sudah dianggap tidak efisien lagi. Perlu cara cepat. Satu kali menyebut nama Tuhan (itu kalau masih ingat) lalu mesinpun siap menerkam ayam-ayam itu dalam satu kali gebrakan. Mereka, ayam dewasa yang yatim itu sudah ter-package dengan rapi dan menariknya. Siap didistribusikan untuk kita makan.

Apakah ini berarti kita makan ayam yatim yang menderita dan mungkin sangat setres di masa hidup mereka? Ya mbuh, gak ruh.

Bukan hanya itu, ayam kampung pun sudah dimodel gaya kapital. Kalau kita makan ayam kampung, mungkin kita makan ayam kampung setres.

Bukan hanya itu, sapi penghasil susu juga sudah dimodel gaya kapital. Kalau kita minum susu sapi, mungkin susu yang kita minum itu adalah dari sapi-sapi kapital yang setres.

Apakah ini yang menyebabkan ada penyakit aneh-aneh seperti penyakit sapi edan, penyakit influenza burung, penyakit influenza babi, dsb. dsb.

Wah repot ya, hidup di jaman kapital? Metode kuno yang alami sudah mulai banyak ditinggalkan. Semuanya dituntut untuk serba cepat, efektif, dan efisien.

0 comments:

Technorati Blog Widgets

A Flower of Love from the Beloved

My Skype Status

My status

Search Google ...

Google