Klip (1/5)
Berikutnya ada di sini:
Klip (2/5)
Klip (3/5)
Klip (4/5)
Klip (5/5)
Klip ekstra (lagu she):
Lyric for "She":
She
May be the face I can't forget
The trace of pleasure or regret
May be my treasure or the price I have to pay
She
May be the song that summer sings
May be the chill that autumn brings
May be a hundred different things
Within the measure of a day
She
May be the beauty or the beast
May be the famine or the feast
May turn each day into a heaven or a hell
She may be the mirror of my dreams
The smile reflected in a stream
She may not be what she may seem
Inside her shell
She
Who always seems so happy in a crowd
Whose eyes can be so private and so proud
No one's allowed to see them when they cry
She
May be the love that cannot hope to last
May come to me from shadows of the past
That I'll remember till the day I die
She
May be the reason I survive
The why and wherefore I'm alive
The one I'll care for through the rough in ready years
Me
I'll take her laughter and her tears
And make them all my souvenirs
For where she goes I've got to be
The meaning of my life is
She
She, oh she
Read more...
Tuesday, June 23, 2009
Tuesday, June 16, 2009
Hati-hati terhadap judi terselubung dari bisnis 5 milyar dan sejenisnya
Hati-hati terhadap judi terselubung dari bisnis 5 milyar dan sejenisnya
[Disclaimer: Maaf entri ini adalah pendapat pribadi saya sendiri, sebagai orang yang masih harus belajar lagi. Sehingga kalau ada yang tidak sependapat, saya mohon maaf. Entri ini bertujuan utama untuk menegaskan posisi dan sikap saya terhadap sesuatu yang saya anggap, secara pribadi, tidak cocok dengan pribadi saya. Sekali lagi mohon maaf.]
Baru saja saya mendapat ajakan lagi untuk ikut program judi terselubung dari orang yang terpengaruh oleh website http://www.bisnis5milyar.com/?id=JudiTerselubung.
Email ajakan akan saya kopi pastakan di bagian akhir dari catatan ini.
Saya hanya ingin meyakinkan diri saya bahwa program ini berkategori judi. Perhatikan sistem sederhana berikut: Ada 2 orang namanya si A dan si B. Keduanya sepakat dan ikhlas untuk berinvestasi Rp100ribu. Investasi itu dikelola oleh si C. Lalu A dan B sepakat dan ikhlas untuk memberikan total uang itu kepada A atau B tergantung keberuntungan yang sudah mereka sepakati. Aturannya, C diminta melempar sekeping mata uang. Mata uang itu dua sisi, sisi satu bergambar rumah, sisi dua bertulisan angka. Kalau keluar gambar rumah, total uang akan diberikan ke si A, tapi kalau keluar tulisan angka, uang total diberikan kepada si B. A dan B juga sepakat, karena C telah membantu melempar uang, C akan diberi upah Rp5ribu.
Inti cerita di atas, mereka sudah sepakat untuk saling membantu. Peluang mendapat rejeki juga adil. Baik A maupun B berpeluang sama besar yakni 50%.
Tapi apa yang sebenarnya sedang mereka perbuat? Ketahuilah, mereka telah bermain judi. Mari kita sebut sistem ini sistem pertama.
Nah sekarang kita mengulas sistem judi di http://www.bisnis5milyar.com/?id=JudiTerselubung. Mari kita sebut sistem ini sistem kedua.
Apa kelemahan sistem kedua dibanding sistem pertama? Kemungkinan mendapatkan untung adalah 0% sampai 100%. Golongan orang yang berada di bawah selalu untung 0%. Orang yang di puncak mendapat untung 100% dan tak pernah rugi.
Orang-orang yang di bawah juga ikhlas memberikan uangnya. Meskipun ikhlas mereka berharap. Dengan harapan inilah mereka selalu mencari mangsa agar selalu ada semakin banyak orang yang berada di bawah dia agar dia bisa menginjak mereka. Dia berharap naik posisi dari untung 0% ke keuntungan yang lebih tinggi. Aktivitas mencari mangsa ini difasilitasi oleh orang-orang level diatasnya dengan dukungan sistem online. Dalam sistem pertama, fasilitator adalah si C, tukang melempar koin.
Orang-orang di level bawah selalu berusaha menjaring perangkap (mengadu nasib) ke teman-temannya. Di sini terjadi permainan peluang juga, kalau yang diajak mau, dia dapat hasil. Kalau tidak mau, dia rugi, karena harus berada di posisi bawah (posisi kehilangan uang). Cara kerja sistem kedua memang sedikit lebih kompleks daripada sistem pertama. Namun keduanya mempunyai kesamaan unsur-unsur untuk dikategorikan sebagai judi.
Dan ingat, sistem kedua ini selalu menyisakan golongan mayoritas abadi yang berada di bawah dengan peluang keuntungan 0% (atau rugi 100%)! Meskipun kerugian ini dalam jumlah kecil, namun karena dikalikan banyak, kerugian total adalah luar biasa banyak! Inilah keburukan sistem kedua dibandingkan dengan sistem pertama yang peluang keuntungannya mendekati 50% (dengan memperhitungkan komisi untuk si C).
Nah, ketahuan sekarang. Kalau sistem pertama saja (yang saya ceritakan di atas) dengan kemungkinan untung 50% DIKATAKAN JUDI, mengapa kita TIDAK berani mengatakan bahwa sistem kedua yang menjanjikan keuntungan mayoritas peserta 0% ABADI (alias kerugian 100% ABADI) adalah judi? MARI KITA BERANIKAN DIRI BAHWA SISTEM INI ADALAH JUDI. Ingat, peserta dengan kemungkinan keuntungan 0% (KERUGIAN 100%) dalam sistem kedua adalah selalu ada (selalu abadi ada) dan jumlahnya semakin lama semakin banyak dan merupakan mayoritas peserta dari sistem kedua tersebut.
Jadi, meskipun kita ikhlas memberikan uang kita, dalam kedua sistem tersebut, kita selalu berharap untuk mendapatkan uang yang tidak kita sangka-sangka datangnya. Dalam sistem pertama, nasib kita ditentukan oleh lemparan koin yang dilempar oleh si C. Dalam sistem kedua, nasib kita ditentukan oleh seberapa banyak orang yang berhasil kita tipu agar mau berada di bawah kita. Seberapa besar usaha kita dalam mempengaruh orang di sekitar kita agar mau ikut dalam sistem kita.
Terakhir, bayangkan setiap orang di dunia ini sepakat dan setuju untuk mengikuti sistem kedua. Bayangkan apa yang terjadi? Adilkah distribusi keuntungan yang diperoleh masing-masing peserta. Berapa persen jumlah peserta yang dirugikan (sudah bayar tapi tidak dapat apa-apa?), berapa jumlah total kerugian mereka? Dapatkah Anda menghitung jumlah keuntungan pendiri sistem ini (yakni satu orang yang berada di puncak piramida)? Apakah Anda setuju dengan jumlah keuntungan yang diperoleh oleh satu orang di puncak piramida ini, padahal dia dia tidak melakukan pekerjaan apa-apa (yakni padahal dia cuma melemparkan "koin" (sistem) ke udara (internet) lalu melihat apa yang terjadi. Yakni melihat siapa yang mau bergabung dan siapa yang tidak mau bergabung ke dalam sistemnya)?
Terakhir sekali, yang paling berbahaya adalah embel-embel KLAIM DI SISTEM KEDUA. Mereka berani mengklaim bahwa sistem mereka LEGAL DAN HALAL! tanpa memakai dasar dalil dari Alquran dan Assunnah, serta kitab-kitab lain yang bisa dirujuk.
Tinggalkanlah judi, kerjakan jual beli!
Berikut janji kopi pasta email yang baru saja saya dapatkan:
Read more...
[Disclaimer: Maaf entri ini adalah pendapat pribadi saya sendiri, sebagai orang yang masih harus belajar lagi. Sehingga kalau ada yang tidak sependapat, saya mohon maaf. Entri ini bertujuan utama untuk menegaskan posisi dan sikap saya terhadap sesuatu yang saya anggap, secara pribadi, tidak cocok dengan pribadi saya. Sekali lagi mohon maaf.]
Baru saja saya mendapat ajakan lagi untuk ikut program judi terselubung dari orang yang terpengaruh oleh website http://www.bisnis5milyar.com/?id=JudiTerselubung.
Email ajakan akan saya kopi pastakan di bagian akhir dari catatan ini.
Saya hanya ingin meyakinkan diri saya bahwa program ini berkategori judi. Perhatikan sistem sederhana berikut: Ada 2 orang namanya si A dan si B. Keduanya sepakat dan ikhlas untuk berinvestasi Rp100ribu. Investasi itu dikelola oleh si C. Lalu A dan B sepakat dan ikhlas untuk memberikan total uang itu kepada A atau B tergantung keberuntungan yang sudah mereka sepakati. Aturannya, C diminta melempar sekeping mata uang. Mata uang itu dua sisi, sisi satu bergambar rumah, sisi dua bertulisan angka. Kalau keluar gambar rumah, total uang akan diberikan ke si A, tapi kalau keluar tulisan angka, uang total diberikan kepada si B. A dan B juga sepakat, karena C telah membantu melempar uang, C akan diberi upah Rp5ribu.
Inti cerita di atas, mereka sudah sepakat untuk saling membantu. Peluang mendapat rejeki juga adil. Baik A maupun B berpeluang sama besar yakni 50%.
Tapi apa yang sebenarnya sedang mereka perbuat? Ketahuilah, mereka telah bermain judi. Mari kita sebut sistem ini sistem pertama.
Nah sekarang kita mengulas sistem judi di http://www.bisnis5milyar.com/?id=JudiTerselubung. Mari kita sebut sistem ini sistem kedua.
Apa kelemahan sistem kedua dibanding sistem pertama? Kemungkinan mendapatkan untung adalah 0% sampai 100%. Golongan orang yang berada di bawah selalu untung 0%. Orang yang di puncak mendapat untung 100% dan tak pernah rugi.
Orang-orang yang di bawah juga ikhlas memberikan uangnya. Meskipun ikhlas mereka berharap. Dengan harapan inilah mereka selalu mencari mangsa agar selalu ada semakin banyak orang yang berada di bawah dia agar dia bisa menginjak mereka. Dia berharap naik posisi dari untung 0% ke keuntungan yang lebih tinggi. Aktivitas mencari mangsa ini difasilitasi oleh orang-orang level diatasnya dengan dukungan sistem online. Dalam sistem pertama, fasilitator adalah si C, tukang melempar koin.
Orang-orang di level bawah selalu berusaha menjaring perangkap (mengadu nasib) ke teman-temannya. Di sini terjadi permainan peluang juga, kalau yang diajak mau, dia dapat hasil. Kalau tidak mau, dia rugi, karena harus berada di posisi bawah (posisi kehilangan uang). Cara kerja sistem kedua memang sedikit lebih kompleks daripada sistem pertama. Namun keduanya mempunyai kesamaan unsur-unsur untuk dikategorikan sebagai judi.
Dan ingat, sistem kedua ini selalu menyisakan golongan mayoritas abadi yang berada di bawah dengan peluang keuntungan 0% (atau rugi 100%)! Meskipun kerugian ini dalam jumlah kecil, namun karena dikalikan banyak, kerugian total adalah luar biasa banyak! Inilah keburukan sistem kedua dibandingkan dengan sistem pertama yang peluang keuntungannya mendekati 50% (dengan memperhitungkan komisi untuk si C).
Nah, ketahuan sekarang. Kalau sistem pertama saja (yang saya ceritakan di atas) dengan kemungkinan untung 50% DIKATAKAN JUDI, mengapa kita TIDAK berani mengatakan bahwa sistem kedua yang menjanjikan keuntungan mayoritas peserta 0% ABADI (alias kerugian 100% ABADI) adalah judi? MARI KITA BERANIKAN DIRI BAHWA SISTEM INI ADALAH JUDI. Ingat, peserta dengan kemungkinan keuntungan 0% (KERUGIAN 100%) dalam sistem kedua adalah selalu ada (selalu abadi ada) dan jumlahnya semakin lama semakin banyak dan merupakan mayoritas peserta dari sistem kedua tersebut.
Jadi, meskipun kita ikhlas memberikan uang kita, dalam kedua sistem tersebut, kita selalu berharap untuk mendapatkan uang yang tidak kita sangka-sangka datangnya. Dalam sistem pertama, nasib kita ditentukan oleh lemparan koin yang dilempar oleh si C. Dalam sistem kedua, nasib kita ditentukan oleh seberapa banyak orang yang berhasil kita tipu agar mau berada di bawah kita. Seberapa besar usaha kita dalam mempengaruh orang di sekitar kita agar mau ikut dalam sistem kita.
Terakhir, bayangkan setiap orang di dunia ini sepakat dan setuju untuk mengikuti sistem kedua. Bayangkan apa yang terjadi? Adilkah distribusi keuntungan yang diperoleh masing-masing peserta. Berapa persen jumlah peserta yang dirugikan (sudah bayar tapi tidak dapat apa-apa?), berapa jumlah total kerugian mereka? Dapatkah Anda menghitung jumlah keuntungan pendiri sistem ini (yakni satu orang yang berada di puncak piramida)? Apakah Anda setuju dengan jumlah keuntungan yang diperoleh oleh satu orang di puncak piramida ini, padahal dia dia tidak melakukan pekerjaan apa-apa (yakni padahal dia cuma melemparkan "koin" (sistem) ke udara (internet) lalu melihat apa yang terjadi. Yakni melihat siapa yang mau bergabung dan siapa yang tidak mau bergabung ke dalam sistemnya)?
Terakhir sekali, yang paling berbahaya adalah embel-embel KLAIM DI SISTEM KEDUA. Mereka berani mengklaim bahwa sistem mereka LEGAL DAN HALAL! tanpa memakai dasar dalil dari Alquran dan Assunnah, serta kitab-kitab lain yang bisa dirujuk.
Tinggalkanlah judi, kerjakan jual beli!
Berikut janji kopi pasta email yang baru saja saya dapatkan:
Dear Friends,
Bersama ini saya informasikan tentang cara membangun pasif income yang sangat menjanjikan, dengan modal yang relatif kecil (yaitu hanya Rp 180.000;) dan ini benar adanya. Saya bersama teman-teman juga sudah mencoba, dan sistem bisnis ini sangat transparan. Melalui program ini, selain kita bisa mendapat banyak teman, kita juga mempunyai harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lumayan besar.
Hanya satu kali modal Rp. 180.000,- untuk selamanya, dan dengan kesungguhan keuletan, dan kerja keras, kita bisa mendapatkan rejeki yg akan datang sendiri secara sistem.
Yg jelas mau access browsing Internet dulu atau actifin diwarnet satu kali aja dan sistem akan berjalan.
Websitenya
http://www.bisnis5milyar.com/?id=awasJudi
Saya pribadi sudah cros cek ke beberapa teman dan transferan ke rekening kita adalah real uang yg otomatis masuk tanpa kita sadari, dan melihat rekening Mba RINA ini jumlahnya lumayan sampe 8 digitan………. waaaaah luar biasa tanpa ada effort apapun dari kita..
Program ini dijalankan secara online (maya), tapi uang yg dihasilkan betul2 riil. Ada transaksi, ada produk, logis, masuk akal, dan tidak ada satu pihak pun yg dirugikan dalam program ini... Program ini dijalankan secara LEGAL & HALAL (penjelasan detail harap baca di websitenya, di menu "Legal & Halal")
Websitenya
http://www.bisnis5milyar.com/?id=janganJudi
Menjelaskan secara lengkap semua hal tentang program ini sampai sejelas2nya. Mungkin dipahami dulu aja sistem/cara kerja program ini secara keseluruhan di websitenya. Sistemnya tidak rumit, mudah sekali dipahami. Saya yakin, semua uneg2 / pertanyaan2 dari rekan2 pasti akan terjawab jika membaca semua materi yg ada pada setiap menu di website tsb. Pastikan rekan2 tidak mengambil kesimpulan/berkomentar apa2 dulu sebelum betul2 membaca semua materi yg ada pada setiap menu di website, karena program bisnis5milyar ini unik, berbeda dg bisnis manapun yg pernah ada...
Setiap transaksi yg terjadi lewat website replika kita, otomatis masuk rekening kita.
Tidak perlu kuatir pengembangan Program Bisnis 5MILYAR ini akan jenuh, karena pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yg mencapai 6 juta orang lebih per tahun jauh lebih besar dibanding pertumbuhan peserta program ini. Jadi program ini abadi, tidak akan ada istilah "member terakhir" dalam program ini, karena akan selalu ada 6 juta orang lebih pengguna baru internet tiap tahunnya yg potensial utk jadi member.
Segera gabung ya..
Sistemnya saya rasa sangat sederhana dan mudah dipahami, informasi lengkap disini (silakan klik atau copy-paste link berikut ke browser anda ):
http://www.bisnis5milyar.com/?id=stopJudi
Mohon disebarkan juga informasi ini ke teman2 kita yg lain yg Mau cari dana dan income tambahan dlm jumlah yg besar.
Salam Hangat ....
Amanda
Read more...
Saturday, June 13, 2009
Klip Pertandingan antara Mario Thukul Vs Teguh Arwana
Klip Pertandingan antara Mario Thukul Vs Teguh Arwana
MetroTV 7 Juni 2009
Klip 1/4
Tiga klip berikutnya ada di sini:
Klip 2/4
Klip 3/4
Klip 4/4
Klip 5/4
Skrip lagu Thukul WOrry:
Dont worry about a thing,
cause every little thing gonna be all right.
Singin: dont worry about a thing,
cause every little thing gonna be all right!
Rise up this mornin,
Smiled with the risin sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin, (this is my message to you-ou-ou:)
Singin: dont worry bout a thing,
cause every little thing gonna be all right.
Singin: dont worry (dont worry) bout a thing,
cause every little thing gonna be all right!
Rise up this mornin,
Smiled with the risin sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin, this is my message to you-ou-ou:
Singin: dont worry about a thing, worry about a thing, oh!
Every little thing gonna be all right. dont worry!
Singin: dont worry about a thing - I wont worry!
cause every little thing gonna be all right.
Singin: dont worry about a thing,
cause every little thing gonna be all right - I wont worry!
Singin: dont worry about a thing,
cause every little thing gonna be all right.
Singin: dont worry about a thing, oh no!
cause every little thing gonna be all right!
Read more...
MetroTV 7 Juni 2009
Klip 1/4
Tiga klip berikutnya ada di sini:
Klip 2/4
Klip 3/4
Klip 4/4
Klip 5/4
Skrip lagu Thukul WOrry:
Dont worry about a thing,
cause every little thing gonna be all right.
Singin: dont worry about a thing,
cause every little thing gonna be all right!
Rise up this mornin,
Smiled with the risin sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin, (this is my message to you-ou-ou:)
Singin: dont worry bout a thing,
cause every little thing gonna be all right.
Singin: dont worry (dont worry) bout a thing,
cause every little thing gonna be all right!
Rise up this mornin,
Smiled with the risin sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin, this is my message to you-ou-ou:
Singin: dont worry about a thing, worry about a thing, oh!
Every little thing gonna be all right. dont worry!
Singin: dont worry about a thing - I wont worry!
cause every little thing gonna be all right.
Singin: dont worry about a thing,
cause every little thing gonna be all right - I wont worry!
Singin: dont worry about a thing,
cause every little thing gonna be all right.
Singin: dont worry about a thing, oh no!
cause every little thing gonna be all right!
Read more...
Friday, June 12, 2009
Ndelok pameran komputer
Nalika iku dina Setu, pasarane lali Pon, Paing? mbuh, seminggu kepunggur. Aku lan kanca-kanca saka NCU kene lunga menyang pameran komputer ing Taipei. Saka kene jam 9 esuk. Aku lan kanca loro liyane lunga Taoyuan sik sebab dheweke sak kloron arep njupuk kartu ARC sing wis dianyarna. ARC iku KTP kene. Kanca loro liyane langsung menyang Taipei.
Gambar ing ndhuwur iki tak jepret minangka bukti yen aku pancen temen-temen menyang pameran. Lagi sepisan iki aku nonton pameran komputer ing kene. Lha yen isih ing Ngayogjakarta mbiyen, aku ya jarang nate lali nonton pameran komputer ing JEC.
Jalaran wis telat, lan dina iki dina pungkasan pameran, tiketku ora kabeh kegawe. Kudune ana 6 ruangan sing isa dileboni nganggo tiket iki. Ning aku mung bisa ndelok pameran sing ing Nankang. Aku babar pisan ora ndelok sing ing cedhak menara 101.
Regane tiket 200 NTD. Ing papan pameran sing tak leboni, jebule beda karo pameran JEC. Pameran ing kene pancen murni pameran. Produk-produk anyar digelar ing kene. Saperangan akeh brosur ora ana sing nerangna rega produk.
Dol tinuku produk ora bisa langsung. Yen ana sing karep tuku, ing kene wong bisa ninggali dhuwit panjer. Njupuke barang ya ing toko-toko sing paling cedhak.
Read more...
Friday, June 05, 2009
Dunia Ini Panggung Ahmad Albar
Saksikan sendiri Ahmad Albar menyanyikan Dunia Ini Panggung Ahmad Albar:
Acara Metrotv 3 Mei 2009 - 19:05 WIB.
Bagian 1/7:
Klip berikutnya dapat
kita lihat berikut ini.
Bagian 2/7:
Bagian 3/7:
Bagian 4/7:
Bagian 5/7:
Bagian 6/7:
Bagian 7/7:
Read more...
Acara Metrotv 3 Mei 2009 - 19:05 WIB.
Bagian 1/7:
Klip berikutnya dapat
kita lihat berikut ini.
Bagian 2/7:
Bagian 3/7:
Bagian 4/7:
Bagian 5/7:
Bagian 6/7:
Bagian 7/7:
Read more...
Saturday, May 16, 2009
Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan daun Ketela Rambat
Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan daun Ketela Rambat
Saya bukan orang yang tidak percaya dengan obat-obatan moderen. Tapi sering ada desas-desus bahwa teknik pengobatan moderen Barat kadang cenderung over-dosis. Kekhawatiran saya bahkan menjadi-jadi manakala nanti 3 atau 5 tahun mendatang akan lahir dokter-dokter baru yang biaya sekolah mereka saat ini mahal-mahal.
Orang sekarang saja, kalau orang mendokterkan diri kadang mendapat obat warna-warni, macam-macam, yang istilah kedokterannya apa ya? over-dosis? membunuh semut dengan meriam? apa ya? pemberian obat yang tidak rasional?
Tidak semua dokter sih, tapi ada dokter yang sukanya memang sekali menyelam bisa minum air yang banyak. Sekali terima pasien, sekalian itu juga ikut berjualan obat. Lalu apa hubungan DBD dengan daun ketela rambat?
Lihat ini: http://www.sunstar.com.ph/static/dav/2008/01/29/feat/camote.beats.dengue.fever.html
Di sana dikatakan, the dengue hemorrhagic fever (DHF) alias DBD dapat dialternativi dengan ubi ketela rambat (sweet potato).
Berikut saya kutipkan bagian penting dari artikel itu:
Tapi saya mendapat email kok, bukan ubinya tapi daunnya ya yang dimasak. Berikut saya kutupkan email itu:
Mana yang benar, daun apa ubinya? silakan bereksperimen sendiri.
Sory! betul, daunnya. Sheaf dan sheaves itu kan "gendhel", ikat, ya? Orang jual sayur kan dalam ikatan-ikatan, termasuk sayur daun ubi ketela rambat.
Read more...
Saya bukan orang yang tidak percaya dengan obat-obatan moderen. Tapi sering ada desas-desus bahwa teknik pengobatan moderen Barat kadang cenderung over-dosis. Kekhawatiran saya bahkan menjadi-jadi manakala nanti 3 atau 5 tahun mendatang akan lahir dokter-dokter baru yang biaya sekolah mereka saat ini mahal-mahal.
Orang sekarang saja, kalau orang mendokterkan diri kadang mendapat obat warna-warni, macam-macam, yang istilah kedokterannya apa ya? over-dosis? membunuh semut dengan meriam? apa ya? pemberian obat yang tidak rasional?
Tidak semua dokter sih, tapi ada dokter yang sukanya memang sekali menyelam bisa minum air yang banyak. Sekali terima pasien, sekalian itu juga ikut berjualan obat. Lalu apa hubungan DBD dengan daun ketela rambat?
Lihat ini: http://www.sunstar.com.ph/static/dav/2008/01/29/feat/camote.beats.dengue.fever.html
Di sana dikatakan, the dengue hemorrhagic fever (DHF) alias DBD dapat dialternativi dengan ubi ketela rambat (sweet potato).
Berikut saya kutipkan bagian penting dari artikel itu:
According to the e-mail sender, to save her daughter from the complications of dengue, Mr. Salaga bought five sheaves (bigkis) of camote cuttings at P5 per sheaf. Each sheaf consists of about 12 cuttings (measured about one foot).
Here's how to prepare the drink: "Camote tops are boiled in water to extract the juice. The boiling lasts for about five minutes. A little salt is used to give flavor to it. The patient is made to drink slowly and gradually. The body's immunity system is thus revived, making dengue helpless against the body's natural defenses. Camote enables the body to heal itself."
Tapi saya mendapat email kok, bukan ubinya tapi daunnya ya yang dimasak. Berikut saya kutupkan email itu:
DAUN ULAR...... obat DBD paling ampuh.
Oleh omri - 26 Februari 2009
Ini jelas iklan.. dan kalau sampai masuk ke blog ini, berarti sang redaktur mengizinkan. Masalahnya yang satu ini ndak ada dijual, tapi cukup gampang didapat, nyari sendiri dan murah. Jadi iklannya ndak mempromosikan produk obat dan ndak butuh POM untuk melegalisir.
Obat DBD, demam berdarah dengue yang paling top dan ampuh saat ini, dan perlu dimasyarakatkan adalah Daun ULAR, alias Daun UBI JALAR. Ambil pucuk daun ubi jalar sebanyak porsi ikatan sayuran, rebus dengan seliter air selama lebih dari 5 menit [godok 1 jam juga bisa]. Minum sebagai pengganti air minum, berarti sekitar seliter sehari. Ubi jalar ya Bung, bukan daun singkong. Ubi Jalar. Makanya saya pendekin jadi DAUN ULAR, biar pade inget, karena sudah beberapa teman jadi kekenyangan makan daun singkong.
Resep ini sudah saya coba beberapa kali. Ponakan kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Rumah sakit pada marah, kehilangan pasien. hehehe..
Beberapa teman juga saya sudah suruh coba, ampuh Boss. Isteri saya 3 minggu lewat di "vonis" DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung saya kasih daun ular kita, besoknya test lagi Trombositnya jadi 396. Gila, maximumnya biasanya 400 ribu. Ternyata waktu dibilang DBD, trombosit istri saya masih 150 ribu. Hebat tenan.
Resep ini dari mana? Dari teman di Philippine, dan sedang populer sekali disana dan beberapa kali menjadi topik seminar kesehatan disana. Untuk lebih afdolnya anda googling saja " comote" atau "kamote", begitu bahasa sononya, supaya ndak merasa dikadali... Jangan googling nya "daun ular", yang keluar nanti gambar kobra ngantuk... hehehe.
Selamat mencoba dan tolong diterusin ke tetangga dong. Ini murah meriah dan HEBAT. Effek sampingan mestinya nggak ada, karena daun ini biasa juga dibikin jadi sayur dikampung oweh atau paling nggak dibikin menjadi makanan ternak...
Mana yang benar, daun apa ubinya? silakan bereksperimen sendiri.
Sory! betul, daunnya. Sheaf dan sheaves itu kan "gendhel", ikat, ya? Orang jual sayur kan dalam ikatan-ikatan, termasuk sayur daun ubi ketela rambat.
Read more...
Tuesday, May 12, 2009
Ekonomi kapital dan daging ayam
Adakah hubungan antara ekonomi kapital dan daging ayam yang biasa kita makan sehari-hari? Pertanyaan serius nih? Ada enggak hubungan antara daging ayam pedaging yang biasa kita makan di warung-warung makan dengan ekonomi kapital?
Mari kita mencoba untuk menjawabnya dengan sederhana. Kita mulai dari prinsip ekonomi kapital. Ekonomi kapital yang disimbahi oleh simbah Adam Smith apa ya? berprinsip untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari modal yang sekecil-kecilnya. Gaya berpikir seperti ini konon membuat orang cepat kaya. Mengeluarkan keringan sesedikit mungkin, tapi menghasilkan sesuatu yang sebesar mungkin.
Ternyata betul! Kalau sampeyan semua memperhatikan rantai produksi ayam pedaging yang biasa kita makan sehari-hari, ternyata prinsip itu diterapkan dengan cermat dari sejak induk ayam mengeluarkan telur ayam, sampai telur ayam disuruh menetas, sampai anak ayam dipelihara sampai besar, sampai ayam besar siap dipotong.
Kita tidak akan berdebat dulu mana ayam dengan telur ayam. Kita asumsikan sudah ada ayam-ayam dewasa yang dulunya cara pendewasaannya juga menggunakan metoda kapital. Dalam paham kapital, setiap ayam dewasa wajib bertelur minimal sehari sekian kali. Dalam sekian meter persegi harus dihuni sebanyak mungkin ayam dewasa. Makanan harus dibuat sedemikian hingga bisa mendorong ayam dewasa suka bertelur.
Saya berharap ayam-ayam tersebut tidak setres karena diperlakukan secara kapitalistik yang sangat menyimpang dari kodrat keayamannya ketika mereka hidup di alam bebas.
Telur terkumpul siap ditetaskan. Aliran kapitalis tidak suka menetaskan telur lewat bantuan ayam dewasa. Mereka mengumpulkan telur lalu dibuatlah metode penetasan buatan. Kenapa? Ya, biar untung dengan keuntungan yang sebesar-besarnya. Kalau perlu, telur itu disuntik dengan ramuan tertentu biar menentasnya bisa prematur!
Setelah menetas, anak ayam yang kecil-kecil itu sudah kehilangan kehangatan induknya. Pernahkah Anda melihat anak-anak ayam yang masih natural yang dirawat dan diasuh oleh induknya? Mungkin hanya orang desa atau orang gunung yang pernah menyaksikan hal ini. Orang kapitalis tidak peduli. Bodoh amat sama ayam yang yatim piatu tanpa asuhan induk ayam. Gue cuma perlu mereka cepat dewasa dan cepat berdaging banyak.
Ya sudah. Ditempuh segala cara: pakai suntikan enzim ini, pakai antibiotika itu, dsb. Pakai hi tech bioteknologi, dsb. dsb. Segala cara ditempuh sedemikian hingga anak ayam yatim piatu yang keluar dari telur secara buatan tadi ditaruh di ruangan sempit dan diberi makan dan ramuan sedemikian hingga mereka makan terus dan cepat gemuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Jadilah sekarang ayam-ayam itu cepat dewasa dan gemuk-gemuk. Sekarang kita tinggal memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa segera dijadikan daging yang siap dijual di super-super market.
Dibangunlah pabrik potong ayam yang sangat efisien. Cara desa yang super kuno seperti memotong setiap ayam dengan menyebut nama Tuhan sudah dianggap tidak efisien lagi. Perlu cara cepat. Satu kali menyebut nama Tuhan (itu kalau masih ingat) lalu mesinpun siap menerkam ayam-ayam itu dalam satu kali gebrakan. Mereka, ayam dewasa yang yatim itu sudah ter-package dengan rapi dan menariknya. Siap didistribusikan untuk kita makan.
Apakah ini berarti kita makan ayam yatim yang menderita dan mungkin sangat setres di masa hidup mereka? Ya mbuh, gak ruh.
Bukan hanya itu, ayam kampung pun sudah dimodel gaya kapital. Kalau kita makan ayam kampung, mungkin kita makan ayam kampung setres.
Bukan hanya itu, sapi penghasil susu juga sudah dimodel gaya kapital. Kalau kita minum susu sapi, mungkin susu yang kita minum itu adalah dari sapi-sapi kapital yang setres.
Apakah ini yang menyebabkan ada penyakit aneh-aneh seperti penyakit sapi edan, penyakit influenza burung, penyakit influenza babi, dsb. dsb.
Wah repot ya, hidup di jaman kapital? Metode kuno yang alami sudah mulai banyak ditinggalkan. Semuanya dituntut untuk serba cepat, efektif, dan efisien.
Read more...
Mari kita mencoba untuk menjawabnya dengan sederhana. Kita mulai dari prinsip ekonomi kapital. Ekonomi kapital yang disimbahi oleh simbah Adam Smith apa ya? berprinsip untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari modal yang sekecil-kecilnya. Gaya berpikir seperti ini konon membuat orang cepat kaya. Mengeluarkan keringan sesedikit mungkin, tapi menghasilkan sesuatu yang sebesar mungkin.
Ternyata betul! Kalau sampeyan semua memperhatikan rantai produksi ayam pedaging yang biasa kita makan sehari-hari, ternyata prinsip itu diterapkan dengan cermat dari sejak induk ayam mengeluarkan telur ayam, sampai telur ayam disuruh menetas, sampai anak ayam dipelihara sampai besar, sampai ayam besar siap dipotong.
Kita tidak akan berdebat dulu mana ayam dengan telur ayam. Kita asumsikan sudah ada ayam-ayam dewasa yang dulunya cara pendewasaannya juga menggunakan metoda kapital. Dalam paham kapital, setiap ayam dewasa wajib bertelur minimal sehari sekian kali. Dalam sekian meter persegi harus dihuni sebanyak mungkin ayam dewasa. Makanan harus dibuat sedemikian hingga bisa mendorong ayam dewasa suka bertelur.
Saya berharap ayam-ayam tersebut tidak setres karena diperlakukan secara kapitalistik yang sangat menyimpang dari kodrat keayamannya ketika mereka hidup di alam bebas.
Telur terkumpul siap ditetaskan. Aliran kapitalis tidak suka menetaskan telur lewat bantuan ayam dewasa. Mereka mengumpulkan telur lalu dibuatlah metode penetasan buatan. Kenapa? Ya, biar untung dengan keuntungan yang sebesar-besarnya. Kalau perlu, telur itu disuntik dengan ramuan tertentu biar menentasnya bisa prematur!
Setelah menetas, anak ayam yang kecil-kecil itu sudah kehilangan kehangatan induknya. Pernahkah Anda melihat anak-anak ayam yang masih natural yang dirawat dan diasuh oleh induknya? Mungkin hanya orang desa atau orang gunung yang pernah menyaksikan hal ini. Orang kapitalis tidak peduli. Bodoh amat sama ayam yang yatim piatu tanpa asuhan induk ayam. Gue cuma perlu mereka cepat dewasa dan cepat berdaging banyak.
Ya sudah. Ditempuh segala cara: pakai suntikan enzim ini, pakai antibiotika itu, dsb. Pakai hi tech bioteknologi, dsb. dsb. Segala cara ditempuh sedemikian hingga anak ayam yatim piatu yang keluar dari telur secara buatan tadi ditaruh di ruangan sempit dan diberi makan dan ramuan sedemikian hingga mereka makan terus dan cepat gemuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Jadilah sekarang ayam-ayam itu cepat dewasa dan gemuk-gemuk. Sekarang kita tinggal memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa segera dijadikan daging yang siap dijual di super-super market.
Dibangunlah pabrik potong ayam yang sangat efisien. Cara desa yang super kuno seperti memotong setiap ayam dengan menyebut nama Tuhan sudah dianggap tidak efisien lagi. Perlu cara cepat. Satu kali menyebut nama Tuhan (itu kalau masih ingat) lalu mesinpun siap menerkam ayam-ayam itu dalam satu kali gebrakan. Mereka, ayam dewasa yang yatim itu sudah ter-package dengan rapi dan menariknya. Siap didistribusikan untuk kita makan.
Apakah ini berarti kita makan ayam yatim yang menderita dan mungkin sangat setres di masa hidup mereka? Ya mbuh, gak ruh.
Bukan hanya itu, ayam kampung pun sudah dimodel gaya kapital. Kalau kita makan ayam kampung, mungkin kita makan ayam kampung setres.
Bukan hanya itu, sapi penghasil susu juga sudah dimodel gaya kapital. Kalau kita minum susu sapi, mungkin susu yang kita minum itu adalah dari sapi-sapi kapital yang setres.
Apakah ini yang menyebabkan ada penyakit aneh-aneh seperti penyakit sapi edan, penyakit influenza burung, penyakit influenza babi, dsb. dsb.
Wah repot ya, hidup di jaman kapital? Metode kuno yang alami sudah mulai banyak ditinggalkan. Semuanya dituntut untuk serba cepat, efektif, dan efisien.
Read more...
Subscribe to:
Posts (Atom)